. “Mengenang Maston Lingkar: 100 Hari kepergian Sang Maestro Teater Semarang”
Maston lingkar MNI|Semarang, 4 Oktober 2025 — Langit malam di Gemah Jaya, Semarang, terasa berbeda dari biasanya. Angin membawa aroma dupa dan wangi bunga kamboja yang berpadu dengan lantunan doa. Di rumah almarhum Suhartono bin Soelarno Padmosoemarto — sosok yang lebih dikenal sebagai Maston Lingkar — puluhan seniman dan budayawan datang mengenang sang maestro dalam peringatan 100 hari kepergiannya. Malam itu, halaman rumah sederhana di ujung gang berubah menjadi ruang perjumpaan rasa. Sejumlah tokoh budaya tampak hadir: Budi Bobo, Niken Ardhana, Suprih Raharjo, Roso Power, hingga Eko Tunas, penulis naskah yang lama bersahabat dengan Maston. Mereka tak hanya datang membawa bunga dan doa, tapi juga kenangan panjang tentang perjalanan seorang guru yang hidupnya tak pernah lepas dari panggung dan kata. Setelah tahlil dan doa bersama, para tamu larut dalam suasana yang khidmat. Mereka mengenang Maston dengan cara yang paling ia cintai: lewat puisi dan kidung lirih. Salah satu ...